Rabu, 23 November 2011

Tantangan Pataka 2


TANTANGAN PATAKA 2

            Seperti yang telah diberitakan bahwa Pataka 2 kali ini mendapat tantangan yang begitu banyak dalam pelaksanaannya. Pasalnya tantangan tersebut berasal dari pihak sekolah yang tanpa melihat faktanya akan tetapi sok tahu dan langsung vonis.
            Salah satu anggota yang mengetahui kejadian inipun mengatakan bahwa pihak sekolah dapat dikatakan tidak berimbang, tidak profesional dan terkesan mengada-ada dalam menilai kegiatan yang tentu saja diperhitungkan dan dipersiapkan dengan matang jauh hari sebelumnya.
            Alasan yang dilontarkan selalu sama yakni takut ada apa-apa, karena banyak perempuannya, takut fisik lemah, takut terjadi apa-apa, dan seribu satu alasan yang mengada-ada. Padahal faktanya kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat dikatakan aman.
            Kesan mengada ada ini dibuktikan dengan gagalnya 8 proposal yang diajukan yang ternyata setelah diselidiki adalah adanya salah satu Guru yang kehilangan Laptop, secara subjective mereka menuduh bahwa skibpala telah mencuri laptop tersebut. “Ini kan tidak profesional.” Kata Ari seorang anggota aktif skibpala.
            Nada serupa nampaknya juga dikatakan Alfi sebagai ketua dua yang menyatakan bahwa, “Kegiatan ekstra lain dapat berjalan akan tetapi kegiatan kita selalu dipersulit dengan berbagai alasan, padahal kita sudah mengalah dengan melakukan kegiatan selama satu tahun tanpa meminta sumbangan dana dari sekolah.” Hal ini semakin menunjukkan bahwa motto SMK Negeri 1 Buduran yakni “Kreasi dan Inovasi Tiada Henti” hanyalah omong kosong.
            Di sisi lain faktor pelupa guru-guru yang sudah sepuh nampaknya juga harus menjadi perhatian penuh. Lain lagi saat ditanya tentang lingkungan yang sudah dilakukan oleh skibpala mereka bilang tidak ada hasilnya, ini bentuk penghargaan paling buruk yang pernah dilontarkan seorang yang di sebut GURU.



Salam Lestari. . .(Semua OPA di Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar